Senin, 07 Desember 2009
Ketua Baru PMKRI Jakpus
Berbeda dengan pemilihan tahun sebelumnya, RUA kali ini relatif lancar dan tertib. Perbedaan pendapat bisa diselsaikan dengan demokratis.
Felicia Dian Rafenska Parera adalah mahasiswi Fakultas Sastra Universitas Nasional (Unas)Jakarta. Sebelum kuliah di Unas, Eka sapaannya, menempuh pendidikan D3 Bahasa Jepang di Universitas Udayana-Bali. Tahun 2006, hizrah ke Jakarta dan menjadi anggota PMKRI Cabang Jakarta Pusat.
Eka dipilih menggantikan Yohanes Jimmy Nami yang menjadi Ketua Presidium periode 2008-2009. Selain Eka, PMKRI Cabang Jakarta Pusat sebelumnya juga pernah dipimpin anggota perempuan, yaitu Suryani Nainggolan.
Tekad Memperbaiki Cabang
Sebelum RUA dengan agenda pemilihan Ketua presidium pada 29 November itu, telah berlangsung juga beberapa rangkain RUA lainnya. Selama RUA berlangsung, muncul sejumlah keprihatinan keadaan PMKRI Cabang Jakarta Pusat. Beberapa persoalan cabang yang kasat mata, misalnya minimnya jumlah anggota dan kegiatan cabang.
Yohanes Jimmy Nami sendiri dalam laporan pertanggungjawabannya mengakui kondisi memprihatinkan itu. Karena itu, mahasiwa magister Ilmu Politik Unas ini berharap pengurs baru bisa memperbaiki kondisi tersebut.
Selaku ketua baru Eka juga berharap agar dirinya dan jajaran pengurus baru bisa memperbaiki kondisi ini. Karena itu sesuai dengan rekomendasi RUA, hal mendesak yang dilakukan Eka dan pengurus barunya adalah menyelenggarakan MPAB. "Ini karena sebaik apa pun rencana program kerja, kalau tidak ada anggota ya, jadi tidak ada gunanya,"ujar Eka.
Pelantikan pengurs baru dan serah terima jabatan rencannya dilaksanakan Jumat, 11 Desember 2009 pukul 19.00 WIB di Margasiswa I PMKRI Cabang Jakarta Pusat. "Kepada segenap alumni PMKRI Cabang Jakarta Pusat (Rayon Menteng) diharapkan hadir. Ini jadi momen untuk rekonsolidasi,"ujar Ketua Panitia Pelantikan, Petrus Dabu. ***
Selasa, 27 Oktober 2009
Tim BPK
Tim ini bertugas mengaudit penggunaan uang DPC selama periode kepemimpinan Yohanes Jimmy Nami. Hasil audit tim BPK akan dilaporkan dalam RUA selanjutnya, Minggu (8/11). Dalam RUA ini Yohanes Jimmy Nami juga akan mempertanggungjawabkan kinerjanya selama periode 2008/2009. ***
Rabu, 14 Oktober 2009
Agenda-Agenda RUA PMKRI Cabang Jakpus
- Pemilihan Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2008-2010
- Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua Presidium PMKRI Cab.Jakpus, 2008/2009
- Pemilihan Ketua Presidium PKRI Cabang Jakarta Pusat, 2009/2010
- LPJ MPA di Manado tahun 2004
- LPJ MPA di Papua tahun 2006
- LPJ Rekonsiliasi di Jakarta tahun 2007
RUA selanjutnya akan dibuka kembali, Minggu (25/10). Bagi para anggota yang belum sempat hadir diharapkan untuk hadir.
Perubahan Tatib
RUA pada Minggu kemarin ini meski hanya diikuti 10 peserta tapi berlangsung alot, terutama dalam pembahasan perubahan tata tertib sidang.
Point yang diubah dalam tatib adalah dalam hal penentuan kandidat ketua terpilih bila dilakukan voting. Dalam tatib sebelumnya, klausul yang mengatur soal ini tidak jelas, hanya disebutkan bahwa pemenang dalam voting dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama dengan rumusan 1/2n+1. Tahap kedua adalah n setuju-n tidak setuju. Dalam hal ini n adalah jumlah peserta sidang setelah rollcall ulang.
Peraturan ini dinilai belum jelas sehingga menimbulkan interpretasi liar. Tahun lalu, gara-gara perbedaan penafsiran ini menyebabkan RUA pemilihan ketua periode sebelumnya berujung konflik.
Ada pun perubahan klausul yang dilakukan adalah:
Pemenang ditentukan dengan cara:
- Jika hanya terdapat satu calon, maka pemenang ditentukan dengan rumusan n setuju-n tidak setuju.
- Jika terdapat dua calon pemenang ditentukan dengan rumusan 1/2n+1. Calon yang memenuhi rumusan ini dinyatakan sebagai pemenang.
- Dalam hal tidak ada calon yang memenuhi 1/2n+1, maka dilakukan voting putaran II. Pemenang dalam voting putaran II ini ditentukan dengan rumusan n setuju-n tidak setuju.
- Calon yang berhak mengikuti voting putaran II adalah calon yang memperoleh suara mayoritas I dan II dalam voting putaran I (sebelumnya).
Minggu, 11 Oktober 2009
Pemilihan Pimpinan Sidang
Dalam rapat ini secara aklamasi Verny Copa terpilih sebagai pimpinan sidang baru menggantikan Eka Parera. "Saya akan memimpin agenda sidang beriktnya termasuk yang penting pemilihan ketua presidim baru,"ujar Verny dalam sambutannya.
Verny setelah dipilih langsung memilih kelengkapan sidang lainnya, yaitu anggota Timo Muda dan sekretaris sidang, Sisilia Paulina GM.
Senin,(12/10) sidang dilanjutkan dengan agenda pembahasan dan penetapan agenda-agenda sidang yang akan digelar dalam masa persidangan ini. ***peter d
Jumat, 09 Oktober 2009
Selamatkan Menteng
Forum ini dikoordinatori Roy Ch. Gultom, seorang senior angkatan 2003 yang memiliki kepedulian untuk menghidupkan PMKRI Jakarta Pusat. Menurut Roy, organisasi dikatakan hidup bila minimal para pengrusnya melakukan rapat-rapat rutin dan ada aktifitas organisasi yang dilakukan secara bersama-sama. "Bukan cuma ketua sendiri yang sik-sak di luar, tanpa jelas pertangungjawabannya kepada para anggota dan pengurusnya,"terang Roy.
Selain Roy, anggota lain forum ini adalah Petrus Dabu, Timo Muda, Verny Copa, dan Eka Parera. Angenda utama forum ini adalah mendesak pengurus DPC yang diketuai Jimmy Nami untuk segera menggelar rapat DPC pleno diperluas untuk memilih pimpinan sidang.
Jimmy yang dihubungi via ponselnya, Jumat (9/10) menyambut antusias keingingan forum ini. Karena itu, berdasarkan usulan forum, DPC pleno diperluas akan dibuka Minggu, (11/10).
Sebenarnya, undangan untuk melakukan DPC Pleno diperluas pernah disampaikan Jimmy pada September lalu. Hanya saja, waktu itu tidak memenuhi kuorum, yaitu minimal 10 peserta yang hadir. Ironisnya, hanya ada dua pengurs DPC yang datang pada saat itu, yaitu Presidium PPK, Hery Danggut dan Ketua Presidium sendiri, Jimmy. Sementara pengurus yang lain: Sekjen (Alfred Edo Meko), PHPT (Herlin Timugale), Germas (Evan Apartu), absen.
"Ketidakhadiran mereka memang memprihatinkan karena DPC pleno diperluas adalah forum para DPC yang ditambah para anggota. Seharusnya DPC komplit datang,"tegas Roy Ch.
PMKRI Cabang Jakarta Pusat memang harus segera memilih ketua presidium yang baru menggantikan Jimmy Nami yang telah memimpin selama dua tahun, 2007-2009. Seyogiyanya, kepengurusan Jimmy dengan mengacu pada ART hanya setahun. *** (peter d)
Rabu, 07 Oktober 2009
PMKRI Buka Posko Bantuan Gempa Sumbar

Berdasarkan keterangan Ketua Hermawi Fransiskus Taslim dalam siaran pers yang diterima Kompas.com seusai memimpin Rapat Koordinasi Peduli Derita Sumbar, Selasa (6/10), posko tersebut akan bekerja selama 24 jam di Gedung Margasiswa V PMKRI, Jalan Melawai Raya 196, Jakarta Selatan (depan Gereja St Penginjil, Blok B).
Disebutkan Hermawi, segala bantuan yang diterima akan disalurkan bagi semua kalangan yang menjadi korban dalam bencana alam tersebut. Masyarakat dapat menghubungi posko melalui saluran telepon 021-726 6318, e-mail: forkoma_sdki_peduli@yahoo.com, serta telah dibuka rekening BCA KCP Menara Mulia A/C nomor 255-1212-566 atas nama MM Restu Hapsari atau Sandra Nangoy.
Sebelumnya, Forkoma PMKRI dalam rapat koordinasi tersebut mendengarkan testimoni dari seorang korban yang sengaja didatangkan dari Padang di Posko Margasiswa PMKRI, Hanura Rusli.
Berdasarkan testimoni tersebut diperoleh pemahaman bahwa gempa yang melanda wilayah Sumatera Barat bukan saja menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda, tetapi juga mengakibatkan terjadinya stagnasi dalam proses belajar mengajar karena banyaknya sarana dan prasarana pendidikan yang rusak bahkan hancur.
"Dari testimoni tersebut, kami mendapat data yang valid bahwa di Kota Padang saja ada sejumlah sarana pendidikan, mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi milik Keuskupan Padang yang dikelola oleh Yayasan Prayoga mengalami kerusakan berat, bahkan beberapa di antaranya hancur rata dengan tanah," kata Hermawi.
Sarana pendidikan yang dimaksud Hermawi, antara lain, Taman Kanak-Kanak Mariana, tiga gedung SD (St Theresia, St Agnes, dan St Fransiskus), SMP Frater dan SMP Maria, SMA Don Bosco, dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA Prayoga). "Proses rekonstruksi dan recovery sarana pendidikan harus menjadi prioritas utama agar peserta didik tidak terlalu lama 'dirumahkan'," katanya.
Selain sarana pendidikan, sarana peribadatan milik Gereja Katolik juga banyak yang mengalami kerusakan. Mulai dari Gereja Katedral, rumah retret Puri Darma, Kapel Susteran St Elisabeth, Susteran SCMM, dan Wisma Sukma Indah.
Bahkan Keuskupan yang merupakan kediaman Uskup Padang Mgr Dr Martinus Dogma Situmorang, OFM Cap, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Presidium Waligereja Indonesia juga mengalami kerusakan. Demikian juga pusat-pusat pelayanan kesehatan, seperti Rumah Sakit Yos Sudarso beserta asrama perawatnya dan Rumah Bersalin St Elisabeth juga diporak-porandakan oleh gempa.
Selasa, 06 Oktober 2009
Ketua PMKRI Cab.Jakarata Barat dilantik
Agustinus Daga, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta dilantik Sabtu,(3/10) di Margasiswa Cab.Jakarta Barat-Petojo. Acara pelantikan diawali perayaan ekaristi yang dipimpin Rm Aloysius Tange,Msc selaku moderator PMKRI se-Jakarta.
Romo Aloy yang juga pastor moderator Paroki Mahasiwa wilayah tengah ini dalam kotbahnya mengatakan PMKRI harus terus berbenah diri agar menjadi organisasi yang mampu berperan dalam masyarakat. Pembenahan itu, perlu dimulai dari dalam diri masing-masing anggota."Para anggota harus memiliki spirit unutk membangun organisasi,"tegas Rm Aloy.
Michael Angelo yang mejabat selama dua tahun, 2007-2009, mengakui mandeknya proses kaderisasi di cabangnya. Selama dua tahun kepengerusannya, ia mengaku banyak masalah. Masalah-masalah tersebut menurutnya belum bisa dia atasi sepenuhnya. Karena itu, kepada ketua yang baru, Agusinus Daga, dia berharap agar bisa mengatasi problem internal di cabangnya itu.
Problem tersebut antara lain,soal kaderisasi di cabang yang nyaris mandek. Agustinus sendiri berjanji untuk bekerja keras menghidupkan Cabang Jakarta Barat ini. Karena itu,dia mengharapkan agar para pengurus baru dan anggota untuk bekerja sama.***peter d