Minggu, 11 April 2010

Paskah Bersama PMKRI Cabang Jakarta Pusat


HIDUP untuk MEMBERI

Makna apa yang bisa dipetik oleh anggota PMKRI Cabang Jakarta Pusat dari Perayaan Paskah?
Melalui perayaan paskah bersama keluarga besar PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Sabtu (10/4), segenap anggotanya, setidaknya para pengurus dan anggota aktif, diajak untuk merefleksikan makna paskah bagi komunitas PMKRI Cabang Jakarta Pusat.
Romo Patris,Pr yang memimpin perayaan ekaristi malam itu mengingatkan paskah adalah perayaan puncak keselamtan. Allah telah mengutus putraNya Yesus Kristus ke tengah dunia yang penuh dosa. Putra tunggalNya itu pun mati di salib unutk menebus dosa manusia. Pada hari ketiga Ia bangkit.
Semuanya itu karena begitu besar KASIH Tuhan kepada manusia. Karena KASIH dia memberikan putra tunggalNya.
Segenap anggota PMKRI Jakarta Pusat pun diajak untuk memiliki KASIH karena dengan itu kita bisa mengabdikan hidup ini untuk memberikan yang terbaik bagi sesama. "Kita terlalu kaya untuk menerima tetapi terlalu miskin untuk memberi,"ujar romo yang tidak lama lagi akan melanjutkan pendidikannya di Jerman ini.

Kegiatan paskah bersama ini dipanitiai oleh para anggota muda PMKRI Cabang Jakarta Pusat. Mereka baru saja mengikuti MPAB pada akhir Maret lalu. Kepanitiaan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan MPAB tersebut. Dengan terlibat dalam kepanitiaan mereka bisa mengalami bagaimana membangun kerja sama tim dalam organisasi. Hasilnya, "Saya melihat sudah ada kerja sama dia
ntara mereka. Tidak hanya itu, perbedaan pendapat bahkan sampai ada yang menangis karena keinginannya tidak diikuti oleh yang lain, mereka alami,"ungkap Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Felicia Dian Rafenska Parera. Mereka juga sudah sedikit mulai mengenal surat menyurat di PMKRI, meski sebenarnya belum diajarkan secara resmi.

Kegiatan paskah bersama ini tidak hanya diisi perayaan ekarsiti. Tetapi seperti biasa, juga ada acara nari-nari. Lumayan, untuk melepas segala kepenatan setelah seminggu mengikuti kuliah.

Selasa, 16 Februari 2010

Rekonsiliasi

Konflik internal organisasi ini bisa diselesaikan dengan rekonsiliasi. Kita sudah sering membahasnya. Teori-teori tentang itu sudah banyak diutarakan.

Mari kita memulainya dari tataran pribadi sebab banyak konflik terjadi di organisasi karena egoisme para anggotanya.

Saudara Tomy Jematu dan Antonius Bambang berpelukan di sela-sela MPA di Denpasar-Bali beberapa waktu lalu. Mungkinkah ini tanda rekonsiliasi di antara keduanya?

Senin, 01 Februari 2010

PMKRI Ingin Anggota Pansus Century Beda


Laporan wartawan KOMPAS Imam Prihadiyoko
Selasa, 2 Februari 2010 09:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) bertekad mendukung penuntasan skandal bail out Bank Century dan siapa pun yang terlibat harus bertanggung jawab secara hukum dan politik. Itu sebabnya PKMRI berharap anggota Pansus Century berani berbeda pendapat dengan partainya jika memang tidak sejalan dengan upaya pemberantasan korupsi.

"Untuk melihat lebih lanjut agenda pengawalan PMKRI, kami akan mengadakan diskusi publik dengan isu "Skandal Bail Out Century: Ke Mana Arah Pansus", Rabu besok di Sekretariat Resmi PMKRI, Jalan Sam Ratulangi 1, Menteng, Jakarta Pusat," ujar Ketua Presidium PP PMKRI 2009-2011 Stefanus Asat Gusma di Jakarta, Selasa (2/2/2010).
Masyarakat ingin semuanya dibuka sejujur-jujurnya tanpa adanya bacaan soal transaksi elite politik.

Menurut Stefanus, hasil pengungkapan skandal bail out Bank Century diharapkan bisa menjawab keresahan di masyarakat. Pada sisa akhir masa kerja Pansus, justru masyarakat disuguhkan pernyataan yang membuat
bingung banyak pihak.

"Polarisasi parlemen yang didasari perbedaan kepentingan politik menjadi satu hal yang sangat ditakuti. Masyarakat ingin semuanya dibuka sejujur-jujurnya tanpa adanya bacaan soal transaksi elite politik," ujarnya.

Anggota Pansus, menurut Stefanus, harus berani tampil sebagai pahlawan kebenaran dalam rangka misi pemberantasan korupsi. Justru saat ini momentum yang sangat tepat bagi pelaku politik di DPR untuk tampil sebagai pahlawan meskipun harus berlawanan atau tidak sejalan dengan keputusan partainya karena masyarakat akan menilai keberanian mereka.

Stefanus mengkhawatirkan, sebuah konsekuensi logis jika masyarakat tidak puas dengan hasil Pansus adalah menguatnya parlemen jalanan sebagai bentuk protes dan kontrol terhadap ketidakberesan Pansus dalam kinerjanya.

Selasa, 26 Januari 2010

GIB Nilai SBY Gagal


Sejumlah elemen yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Bersih dalam jumpa pers di Sekretariat PMKRI Jl Samratulangie I menyatakan pemerintahan SBY gagal memberikan kesejahteraan kepada rakyat Indonesia.
GIB (28/1) akan mengepung istana sebagai peringatan kepada pemerintah SBY bahwa dia telah gagal memerintah negara ini.

Dalam jumpa pers pada Senin, (25/1) hadir sejumlah perwakilan elemen. Tampak juga Effendy Gazali dan Yudi Latif. Keduanya didaulat melakukan kajian ilmiah terhadap pemerintahan SBY selama lima tahun dan 100 hari pertama pada periode kedua kekuasaannya.

Aksi PMKRI

Aktifis PMKRI di Jakarta menuntut pemerintah, DPR dan lembaga hukum mengungkap tuntas skandal dana talangan ke Bank Century. Dana talangan ke Bank Century diduga kuat sarat penyimpangan. Sempat berembus kabar dana itu digunakan untuk biaya kampanye salah satu partai politik.

Pansus Century di DPR tidak bisa memberikan harapan yang banyak untuk mengungkap tuntas kasus ini. Dari geliat para anggota pansus, bukan tak mungkin kasus ini dijadikan ajang barter kepentingan di antara elit partai. Apalagi bukan rahasia lagi, para elit di setiap partai memiliki rekam jejak kurang bagus karena tersangkut dalam kasus dugaan korupsi.

Lalu, apakah rakyat hanya menyaksikan sandiwara pansus itu tanpa kejelasan ke mana aliran dana talangan itu bermuara?

Kamis, 14 Januari 2010

Pansus Century Diminta Segera Panggil SBY



Moksa Hutasoit - detikNews

Jakarta
- Pansus Hak Angket Bank Century diminta untuk segera memanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden dianggap mengetahui soal pengambilan keputusan bailout kepada Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

"Pansus harus memanggil SBY untuk diminta keterangan dan kesaksian mengenai kasus bailout century," ujar Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Stefanus Asat Gusma saat dihubungi, Jumat (15/1/2010).

Menurut Stefanus, kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wapres Boediono masih dirasa kurang. Meski dianggap bertanggung jawab, mereka berdua tindak bertindak secara personal yang berdiri di luar pemerintahan.

"Oleh karena itu sebagai kepala pemerintahan, SBY harus memberikan keterangannya terkait pengambilan keputusan tersebut," tambah Stefanus.

Pemanggilan SBY juga akan dapat banyak membantu kerja pansus dalam memahami prosedur pengambilan keputusan. Stefanus mendesak nama-nama yang diduga mengetahui seluruh proses ini harus dipanggil.

"Terlebih masa kerja pansus tidak lama lagi," tegasnya.

(mok/irw)

Rabu, 13 Januari 2010

Misa Natal & Tahun Baru Hari Jumat



Rekan-rekan semua, misa natal dan tahun baru PMKRI Cabang Jakarta Pusat dimajukan ke hari Jumat, 15 Januari 2010. Sebelumnya, diumumkan hari Sabtu, 16 Januari.
Acara ini dimajukan sesuai hasil rapat DPC, 11 Januari lalu. Alasannya, hari Sabtu Romo yang dimintai untuk pimpin misa berhalangan pada hari Sabtu.
Sekali lagi kami mengajak rekan-rekan untuk hadir. Oh ya, nanti jangan lupa bawah kado minimal seharga Rp 5000.

Jumat, 08 Januari 2010

Mengawal KPK

Skandal bailout Rp 6,7 trilun ke Bank Century masih menjadi isu panas sejak Desember tahun lalu. DPR RI pada (4/12) telah membentuk panitia khusus (Pansus) untuk menyelidiki skandal ini. Tetapi banyak kalangan menilai kerja pansus yang dipimpin politisi Golkar Idrus Marhan itu kental dengan nuansa politis. Dikhawatirkan para wakil rakyat itu menjadikan kasus ini sebagai ajang barter kasus. Karena beberapa petinggi parpol ditengarai sedang dililit kasus-kasus dugaan korupsi.
Harapan pun ditujukan kepada KPK. Pun masih ada yang pesimis karena KPK bukanlah lembaga yang kedap intervensi kekuasaan. Sudah menjadi rahasia umum lembaga penegak hukum di Indonesia belum betul-betul independent. Karena itu rakyat harus terus mengawal kasus ini agar bisa terungkap tuntas. Karena itu PP PMKRI dengan ketua Stefanus Asat Gusma beberapa waktu lalu bersama dengan elemen masyarakat lainnya menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor KPK-Jl Rasuna Sahid. Aksi ini bermaksud agar KPK bekerja independet dalam melakukan penyelidikan kasus ini.

Misa Natal & Tahun Baru

Selamat Natal dan Tahun Baru untuk semua teman-teman pembaca setia blog PMKRI Jakarta Pusat.
Semoga kelahiran Tuhan membuat kita semakin mencintai sesama sehingga terwujud kehidupan bersama yang baik. Semoga di tahun baru 2010 ini, kita semakin semangat dalam berkarya.
Dalam rangka natal dan tahun baru itu, DPC PMKRI Cabang Jakarta Pusat akan mengadakan misa bersama. Rencanya dilaksanakan pada Sabtu, 16 Januari 2010,pukul 18.00 WIB di Sekretariat PMKRI Cabang Jakarta Pusat-Jl Samratulangie I.
Segenap pengurus DPC mengharapkan teman-teman anggota dan para senior/alumni datang dalam misa kudus ini.
Mungkin ada yang bertanya, kok baru dibuat sekarang? Ya, memang sesuai dengan hasil rapatnya demikian. Karena, teman-taman pengurusa masih ada yang libur natal dan tahun baru sampai tanggal 12 Januari.
Akhirnya selamat datang, kami menunggu dan akan menyambut kedatang Anda dengan penuh sukacita.








Senin, 07 Desember 2009

Ketua Baru PMKRI Jakpus


Rapat Umum Anggota (RUA) PMKRI Cabang Jakarta Pusat pada, Minggu 29 November 2009 telah memilih dan menetapkan Felicia Dian Rafenska Parera sebagai Mandataris RUA/Formatur Tunggal/ Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat periode 2009-2010.
Berbeda dengan pemilihan tahun sebelumnya, RUA kali ini relatif lancar dan tertib. Perbedaan pendapat bisa diselsaikan dengan demokratis.

Felicia Dian Rafenska Parera adalah mahasiswi Fakultas Sastra Universitas Nasional (Unas)Jakarta. Sebelum kuliah di Unas, Eka sapaannya, menempuh pendidikan D3 Bahasa Jepang di Universitas Udayana-Bali. Tahun 2006, hizrah ke Jakarta dan menjadi anggota PMKRI Cabang Jakarta Pusat.

Eka dipilih menggantikan Yohanes Jimmy Nami yang menjadi Ketua Presidium periode 2008-2009. Selain Eka, PMKRI Cabang Jakarta Pusat sebelumnya juga pernah dipimpin anggota perempuan, yaitu Suryani Nainggolan.

Tekad Memperbaiki Cabang
Sebelum RUA dengan agenda pemilihan Ketua presidium pada 29 November itu, telah berlangsung juga beberapa rangkain RUA lainnya. Selama RUA berlangsung, muncul sejumlah keprihatinan keadaan PMKRI Cabang Jakarta Pusat. Beberapa persoalan cabang yang kasat mata, misalnya minimnya jumlah anggota dan kegiatan cabang.

Yohanes Jimmy Nami sendiri dalam laporan pertanggungjawabannya mengakui kondisi memprihatinkan itu. Karena itu, mahasiwa magister Ilmu Politik Unas ini berharap pengurs baru bisa memperbaiki kondisi tersebut.

Selaku ketua baru Eka juga berharap agar dirinya dan jajaran pengurus baru bisa memperbaiki kondisi ini. Karena itu sesuai dengan rekomendasi RUA, hal mendesak yang dilakukan Eka dan pengurus barunya adalah menyelenggarakan MPAB. "Ini karena sebaik apa pun rencana program kerja, kalau tidak ada anggota ya, jadi tidak ada gunanya,"ujar Eka.

Pelantikan pengurs baru dan serah terima jabatan rencannya dilaksanakan Jumat, 11 Desember 2009 pukul 19.00 WIB di Margasiswa I PMKRI Cabang Jakarta Pusat. "Kepada segenap alumni PMKRI Cabang Jakarta Pusat (Rayon Menteng) diharapkan hadir. Ini jadi momen untuk rekonsolidasi,"ujar Ketua Panitia Pelantikan, Petrus Dabu. ***

Selasa, 27 Oktober 2009

Tim BPK

Minggu (25/10) melalui RUA, telah terpilih tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) PMKRI Cabang Jakarta Pusat. Anggota tim berdasarkan ART terdiri atas tiga orang. Dalam RUA ini terpilih, Petrus Dabu, Desiana Hapsari, dan Agnes Purba sebagai tim BPK.

Tim ini bertugas mengaudit penggunaan uang DPC selama periode kepemimpinan Yohanes Jimmy Nami. Hasil audit tim BPK akan dilaporkan dalam RUA selanjutnya, Minggu (8/11). Dalam RUA ini Yohanes Jimmy Nami juga akan mempertanggungjawabkan kinerjanya selama periode 2008/2009. ***

Rabu, 14 Oktober 2009

Agenda-Agenda RUA PMKRI Cabang Jakpus

RUAC PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Senin (12/10) telah menetapkan 6 agenda sidang RUAC, yaitu:
  1. Pemilihan Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2008-2010
  2. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua Presidium PMKRI Cab.Jakpus, 2008/2009
  3. Pemilihan Ketua Presidium PKRI Cabang Jakarta Pusat, 2009/2010
  4. LPJ MPA di Manado tahun 2004
  5. LPJ MPA di Papua tahun 2006
  6. LPJ Rekonsiliasi di Jakarta tahun 2007
Dari agenda-agenda di atas agenda nomor 4 dan 5 adalah agenda lama yang tidak kunjung dibahas dalam sidang-sidang sebelumnya. Agenda nomor 5 dan 6 penting untuk dibahas terutama untuk kembali melihat akar konflik PP PMKRI yang hingga sekarng belum kunjung usai.

RUA selanjutnya akan dibuka kembali, Minggu (25/10). Bagi para anggota yang belum sempat hadir diharapkan untuk hadir.

Perubahan Tatib

RUA pada Minggu kemarin ini meski hanya diikuti 10 peserta tapi berlangsung alot, terutama dalam pembahasan perubahan tata tertib sidang.

Point yang diubah dalam tatib adalah dalam hal penentuan kandidat ketua terpilih bila dilakukan voting. Dalam tatib sebelumnya, klausul yang mengatur soal ini tidak jelas, hanya disebutkan bahwa pemenang dalam voting dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama dengan rumusan 1/2n+1. Tahap kedua adalah n setuju-n tidak setuju. Dalam hal ini n adalah jumlah peserta sidang setelah rollcall ulang.

Peraturan ini dinilai belum jelas sehingga menimbulkan interpretasi liar. Tahun lalu, gara-gara perbedaan penafsiran ini menyebabkan RUA pemilihan ketua periode sebelumnya berujung konflik.

Ada pun perubahan klausul yang dilakukan adalah:
Pemenang ditentukan dengan cara:
  1. Jika hanya terdapat satu calon, maka pemenang ditentukan dengan rumusan n setuju-n tidak setuju.
  2. Jika terdapat dua calon pemenang ditentukan dengan rumusan 1/2n+1. Calon yang memenuhi rumusan ini dinyatakan sebagai pemenang.
  3. Dalam hal tidak ada calon yang memenuhi 1/2n+1, maka dilakukan voting putaran II. Pemenang dalam voting putaran II ini ditentukan dengan rumusan n setuju-n tidak setuju.
  4. Calon yang berhak mengikuti voting putaran II adalah calon yang memperoleh suara mayoritas I dan II dalam voting putaran I (sebelumnya).

Minggu, 11 Oktober 2009

Pemilihan Pimpinan Sidang

Minggu (11/10) telah diadakan pemilihan pimpinan sidang PMKRI Cabang Jakarta Pusat melalu rapat DPC pleno diperluas di Margasiswa I. Rapat dipimpin Ketua Presidium, Jimmy Nami.

Dalam rapat ini secara aklamasi Verny Copa terpilih sebagai pimpinan sidang baru menggantikan Eka Parera. "Saya akan memimpin agenda sidang beriktnya termasuk yang penting pemilihan ketua presidim baru,"ujar Verny dalam sambutannya.

Verny setelah dipilih langsung memilih kelengkapan sidang lainnya, yaitu anggota Timo Muda dan sekretaris sidang, Sisilia Paulina GM.

Senin,(12/10) sidang dilanjutkan dengan agenda pembahasan dan penetapan agenda-agenda sidang yang akan digelar dalam masa persidangan ini. ***peter d

Jumat, 09 Oktober 2009

Selamatkan Menteng

Sejumlah kecil anggota PMKRI Cabang Jakarta Pusat membentuk sebuah forum untuk menyelamatkan PMKRI Cabang Jakarta Pusat dari "kematian". Pasalnya, cabang yang terkenal dengan slogan "Menteng is the best" dan "Menteng is the leader" ini mengalami mati suri selama kurang lebih dua tahun belakangan ini.

Forum ini dikoordinatori Roy Ch. Gultom, seorang senior angkatan 2003 yang memiliki kepedulian untuk menghidupkan PMKRI Jakarta Pusat. Menurut Roy, organisasi dikatakan hidup bila minimal para pengrusnya melakukan rapat-rapat rutin dan ada aktifitas organisasi yang dilakukan secara bersama-sama. "Bukan cuma ketua sendiri yang sik-sak di luar, tanpa jelas pertangungjawabannya kepada para anggota dan pengurusnya,"terang Roy.

Selain Roy, anggota lain forum ini adalah Petrus Dabu, Timo Muda, Verny Copa, dan Eka Parera. Angenda utama forum ini adalah mendesak pengurus DPC yang diketuai Jimmy Nami untuk segera menggelar rapat DPC pleno diperluas untuk memilih pimpinan sidang.

Jimmy yang dihubungi via ponselnya, Jumat (9/10) menyambut antusias keingingan forum ini. Karena itu, berdasarkan usulan forum, DPC pleno diperluas akan dibuka Minggu, (11/10).

Sebenarnya, undangan untuk melakukan DPC Pleno diperluas pernah disampaikan Jimmy pada September lalu. Hanya saja, waktu itu tidak memenuhi kuorum, yaitu minimal 10 peserta yang hadir. Ironisnya, hanya ada dua pengurs DPC yang datang pada saat itu, yaitu Presidium PPK, Hery Danggut dan Ketua Presidium sendiri, Jimmy. Sementara pengurus yang lain: Sekjen (Alfred Edo Meko), PHPT (Herlin Timugale), Germas (Evan Apartu), absen.

"Ketidakhadiran mereka memang memprihatinkan karena DPC pleno diperluas adalah forum para DPC yang ditambah para anggota. Seharusnya DPC komplit datang,"tegas Roy Ch.

PMKRI Cabang Jakarta Pusat memang harus segera memilih ketua presidium yang baru menggantikan Jimmy Nami yang telah memimpin selama dua tahun, 2007-2009. Seyogiyanya, kepengurusan Jimmy dengan mengacu pada ART hanya setahun. *** (peter d)

Rabu, 07 Oktober 2009

PMKRI Buka Posko Bantuan Gempa Sumbar


Rabu, 7 Oktober 2009 | 17:17 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI) bersama Solidaritas Demokrasi Katolik Indonesia (SDKI) membuka pusat penerimaan bantuan (posko) untuk korban gempa bumi di Sumatera Barat.

Berdasarkan keterangan Ketua Hermawi Fransiskus Taslim dalam siaran pers yang diterima Kompas.com seusai memimpin Rapat Koordinasi Peduli Derita Sumbar, Selasa (6/10), posko tersebut akan bekerja selama 24 jam di Gedung Margasiswa V PMKRI, Jalan Melawai Raya 196, Jakarta Selatan (depan Gereja St Penginjil, Blok B).

Disebutkan Hermawi, segala bantuan yang diterima akan disalurkan bagi semua kalangan yang menjadi korban dalam bencana alam tersebut. Masyarakat dapat menghubungi posko melalui saluran telepon 021-726 6318, e-mail: forkoma_sdki_peduli@yahoo.com, serta telah dibuka rekening BCA KCP Menara Mulia A/C nomor 255-1212-566 atas nama MM Restu Hapsari atau Sandra Nangoy.
Sebelumnya, Forkoma PMKRI dalam rapat koordinasi tersebut mendengarkan testimoni dari seorang korban yang sengaja didatangkan dari Padang di Posko Margasiswa PMKRI, Hanura Rusli.

Berdasarkan testimoni tersebut diperoleh pemahaman bahwa gempa yang melanda wilayah Sumatera Barat bukan saja menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda, tetapi juga mengakibatkan terjadinya stagnasi dalam proses belajar mengajar karena banyaknya sarana dan prasarana pendidikan yang rusak bahkan hancur.

"Dari testimoni tersebut, kami mendapat data yang valid bahwa di Kota Padang saja ada sejumlah sarana pendidikan, mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi milik Keuskupan Padang yang dikelola oleh Yayasan Prayoga mengalami kerusakan berat, bahkan beberapa di antaranya hancur rata dengan tanah," kata Hermawi.

Sarana pendidikan yang dimaksud Hermawi, antara lain, Taman Kanak-Kanak Mariana, tiga gedung SD (St Theresia, St Agnes, dan St Fransiskus), SMP Frater dan SMP Maria, SMA Don Bosco, dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA Prayoga). "Proses rekonstruksi dan recovery sarana pendidikan harus menjadi prioritas utama agar peserta didik tidak terlalu lama 'dirumahkan'," katanya.

Selain sarana pendidikan, sarana peribadatan milik Gereja Katolik juga banyak yang mengalami kerusakan. Mulai dari Gereja Katedral, rumah retret Puri Darma, Kapel Susteran St Elisabeth, Susteran SCMM, dan Wisma Sukma Indah.

Bahkan Keuskupan yang merupakan kediaman Uskup Padang Mgr Dr Martinus Dogma Situmorang, OFM Cap, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Presidium Waligereja Indonesia juga mengalami kerusakan. Demikian juga pusat-pusat pelayanan kesehatan, seperti Rumah Sakit Yos Sudarso beserta asrama perawatnya dan Rumah Bersalin St Elisabeth juga diporak-porandakan oleh gempa.

Selasa, 06 Oktober 2009

Ketua PMKRI Cab.Jakarata Barat dilantik

PMKRI Cabang Jakarta Barat sudah memiliki ketua presidium baru, yaitu Agustinus Daga menggantikan Michael Angelo.

Agustinus Daga, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta dilantik Sabtu,(3/10) di Margasiswa Cab.Jakarta Barat-Petojo. Acara pelantikan diawali perayaan ekaristi yang dipimpin Rm Aloysius Tange,Msc selaku moderator PMKRI se-Jakarta.

Romo Aloy yang juga pastor moderator Paroki Mahasiwa wilayah tengah ini dalam kotbahnya mengatakan PMKRI harus terus berbenah diri agar menjadi organisasi yang mampu berperan dalam masyarakat. Pembenahan itu, perlu dimulai dari dalam diri masing-masing anggota."Para anggota harus memiliki spirit unutk membangun organisasi,"tegas Rm Aloy.

Michael Angelo yang mejabat selama dua tahun, 2007-2009, mengakui mandeknya proses kaderisasi di cabangnya. Selama dua tahun kepengerusannya, ia mengaku banyak masalah. Masalah-masalah tersebut menurutnya belum bisa dia atasi sepenuhnya. Karena itu, kepada ketua yang baru, Agusinus Daga, dia berharap agar bisa mengatasi problem internal di cabangnya itu.

Problem tersebut antara lain,soal kaderisasi di cabang yang nyaris mandek. Agustinus sendiri berjanji untuk bekerja keras menghidupkan Cabang Jakarta Barat ini. Karena itu,dia mengharapkan agar para pengurus baru dan anggota untuk bekerja sama.***peter d


Senin, 01 Desember 2008


Marga, rumah kita. Tempat kita membangun persaudaraan. Jangan sampai di tempat ini tertumpah darah untuk merebut kuasa. Tempat ini, tempat membangun kekuatan untuk melawan segala penindasan.


Jumat, 28 November 2008

Persahabatan

Kisah kami merangkai persahabatan dari Samratulangie I.

MPAB Jakpus


PMKRI Cabang Jakarta Pusat kembali menggelar MPAB pada tahun 2008 ini. Sebelumnya juga telah diadakan MPAB. Jumlah yang masuk masih minim, pada tahap pertama,7 orang. Namun yang mengikuti MABIM cuma 4 orang.
Pada MPAB tahap kedua ini jumlah yang masuk 11 orang. Pas satu kesebelasan sepak bola. Kebetulan semuanya laki-laki.
Jumlah yang minim ini ditengarai karena minimnya sosialisasi ke kampus-kampus. Karena itu ke depan, mesti ada upaya sistematis melalui perencanaan matang untuk melakukan sosialisas PMKRI ke kampus-kampus.
(peter d)

Pelatihan Kesekretariatan


Pada Senin 24 November 2008, PMKRI Cabang Jakpus mengadakan pelatihan kesekretariatan. Pelatihan ini diikuti oleh empat orang anggota. Ya, sedikit memang. Tetapi, bukan jumlah yang menjadi sasaran tetapi menambah kualitas anggota dalam hal kesekretariatan. Kualitas akan tercapai bila peserta benar-benar berniat bukan karena dipaksakan.
Tampil sebagai fasilitator dalam pelatihan ini adalah Roy Ch Gultom yang dibantu oleh Desy Hapsari. Keduanya adalah mantan sekjen PMKRI Cabang Jakarta Pusat.
Pelatihan ini dibuat berkesinambungkan sekali dalam seminggu. Pertemuan pertama (24/11) fokus ke korespondensi. Para peserta dilatih bagaimana membuat surat yang baik, baik dari sisi kebahasaan maupun estetika susunan surat.
Sebagai praktik, peserta diberi tugas membuat surat yang akan dibahas pada pertemuan minggu berikutnya.
(peter d)