Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyaipakan kepemimpinan historis, yaitu kepemimpinan yang lahir dan bergumul bersama persoalan kemasyarakatan. PKS menolak tipe kepemimpinan mitos, yaitu kepemimpinan yang lahir karena warisan karismatik dari orang tua atau berpatron pada institusi tertentu.
Hal ini diungkapkan oleh Shohibul Iman, seorang kandidat capres dari PKS, dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan PKS. Menurut Iman, pilpres 2009 ini menjadi fase transisi dari kepemimpinan mitos ke kepemimpinan historis. "Pada 2014 pemimpin yang muncul adalah pemimpin yang ada dan bergumul bersama masyarakat,"katanya.
Menurutnya, kepemimpinan muda yang diwacanakan PKS selama ini tidak an sic muda tetapi memiliki kapabilitas moral, intelektual kepribadian, dan sosialibilitas.
PKS saat ini, ungkapnya, sedang mendorong lahirnya kepemimpinan historis yang akan bertarung baik pada pilpres 2009 maupun 2014 mendatang.
(Peter D)
Sabtu, 22 November 2008
Latihan Kesekretariatan
Senin (24/11) PMKRI Jakpus mengadakan pelatihan kesekretaritan bagi angkatan 2008. Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan para anggota baru ini di bidang kesekretariatan, yaitu korespondensi, kearsipan, dan kepanitiaan.
Fasilitator dalam pelatihan ini adalah Roy Ch Gultom dan Desy Hapsari. Keduanya adalah mantan sekjen PMKRI Cabang Jakarta Pusat.
Koordinator pelatihan, Petrus Dabu mengatakan kesekretariatan sebenarnya menjadi materi wajib pada masa bimbingan. Tetapi, dari pantauan selama ini para anggota baru belum cukup memiliki keterampilan dalam hal surat menyurat, pengarsipan, dan kepanitiaan.
Pelatihan ini menurut Petrus akan disertai dengan simulasi, sehingga peserta tidak hanya bertambah pengetahuannya (kognitif) tetapi juga bertambah keterampilannya (konatif).
Fasilitator dalam pelatihan ini adalah Roy Ch Gultom dan Desy Hapsari. Keduanya adalah mantan sekjen PMKRI Cabang Jakarta Pusat.
Koordinator pelatihan, Petrus Dabu mengatakan kesekretariatan sebenarnya menjadi materi wajib pada masa bimbingan. Tetapi, dari pantauan selama ini para anggota baru belum cukup memiliki keterampilan dalam hal surat menyurat, pengarsipan, dan kepanitiaan.
Pelatihan ini menurut Petrus akan disertai dengan simulasi, sehingga peserta tidak hanya bertambah pengetahuannya (kognitif) tetapi juga bertambah keterampilannya (konatif).
Langganan:
Postingan (Atom)